From 2020 to 2024, Latin America invested a total of $56.1 million in 2,771 projects in Indonesia, reflecting growing investor confidence in the country’s economic potential.
In 2024 alone, Latin American investment surged by 55.21% to $25.3 million, spread across 1,547 projects. The hotel and restaurant sector led the investments with $7 million (28%), followed by real estate & industrial areas ($5.4M, 26%), transportation, warehouse & telecommunication ($4.8M, 22%), and other services ($3.2M, 14%).
Among Latin American countries, Brazil was the largest investor with $9.6 million, followed by Panama ($4.6M), Belize ($2.6M), Argentina ($2.6M), and Peru ($2.1M).
Regionally, Jakarta attracted the most investment at $10.3 million (48%), followed by Bali & Nusa Tenggara ($26.8M, 17%) and East Java ($9.8M, 17%).
—
Dari tahun 2020 hingga 2024, Amerika Latin telah menginvestasikan total $56,1 juta dalam 2.771 proyek di Indonesia, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin meningkat terhadap potensi ekonomi negara ini.
Pada tahun 2024 saja, investasi Amerika Latin melonjak sebesar 55,21% menjadi $25,3 juta, tersebar dalam 1.547 proyek. Sektor hotel dan restoran menjadi yang terbesar dengan $7 juta (28%), diikuti oleh real estat & kawasan industri ($5,4 juta, 26%), transportasi, pergudangan & telekomunikasi ($4,8 juta, 22%), serta layanan lainnya ($3,2 juta, 14%).
Di antara negara-negara Amerika Latin, Brasil menjadi investor terbesar dengan $9,6 juta, disusul oleh Panama ($4,6 juta), Belize ($2,6 juta), Argentina ($2,6 juta), dan Peru ($2,1 juta).
Secara geografis, Jakarta menerima investasi terbesar sebesar $10,3 juta (48%), diikuti oleh Bali & Nusa Tenggara ($26,8 juta, 17%) dan Jawa Timur ($9,8 juta, 17%).
#InvestIndonesia #LatinAmericaIndonesia #ForeignInvestment #IndonesiaEconomy #IIPCNewYork
View on Instagram
In 2024 alone, Latin American investment surged by 55.21% to $25.3 million, spread across 1,547 projects. The hotel and restaurant sector led the investments with $7 million (28%), followed by real estate & industrial areas ($5.4M, 26%), transportation, warehouse & telecommunication ($4.8M, 22%), and other services ($3.2M, 14%).
Among Latin American countries, Brazil was the largest investor with $9.6 million, followed by Panama ($4.6M), Belize ($2.6M), Argentina ($2.6M), and Peru ($2.1M).
Regionally, Jakarta attracted the most investment at $10.3 million (48%), followed by Bali & Nusa Tenggara ($26.8M, 17%) and East Java ($9.8M, 17%).
—
Dari tahun 2020 hingga 2024, Amerika Latin telah menginvestasikan total $56,1 juta dalam 2.771 proyek di Indonesia, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin meningkat terhadap potensi ekonomi negara ini.
Pada tahun 2024 saja, investasi Amerika Latin melonjak sebesar 55,21% menjadi $25,3 juta, tersebar dalam 1.547 proyek. Sektor hotel dan restoran menjadi yang terbesar dengan $7 juta (28%), diikuti oleh real estat & kawasan industri ($5,4 juta, 26%), transportasi, pergudangan & telekomunikasi ($4,8 juta, 22%), serta layanan lainnya ($3,2 juta, 14%).
Di antara negara-negara Amerika Latin, Brasil menjadi investor terbesar dengan $9,6 juta, disusul oleh Panama ($4,6 juta), Belize ($2,6 juta), Argentina ($2,6 juta), dan Peru ($2,1 juta).
Secara geografis, Jakarta menerima investasi terbesar sebesar $10,3 juta (48%), diikuti oleh Bali & Nusa Tenggara ($26,8 juta, 17%) dan Jawa Timur ($9,8 juta, 17%).
#InvestIndonesia #LatinAmericaIndonesia #ForeignInvestment #IndonesiaEconomy #IIPCNewYork
View on Instagram